Sampaikan Arahan Khusus Presiden Menyambut Idul Adha.Zulhas Kunjungi Pasar Murah Di Sidoarjo
Sidoarjo —
Menjelang Idul Adha Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau lima titik pelaksanaan pasar murah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/5). Lima titik tersebut berada di KUD Sumber Makmur, Balai Desa Lemujut, MTs Progresif Bumi Shalawat, PAUD Bumi Damai, dan Balai Desa Ponokawan.
Dalam kunjunganya Menko Pangan Zulkifli Hasan yang akrab dipanggil Zulhas menyampaikan arahan khusus Presiden Prabowo Subianto agar harga sembako tidak naik menjelang Idul Adha. Karena itu, pemerintah menggelar pasar murah dengan melibatkan pemerintah daerah, DPR dan DPRD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait agar beban masyarakat dapat ditekan.
Kegiatan pasar murah berlangsung sederhana dan ramai dikunjungi warga. Di setiap titik, setidaknya sekitar 300 masyarakat hadir untuk membeli beras murah. Dalam kegiatan tersebut, komoditas yang dijual adalah beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp50 ribu, jauh lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran yang menurut warga berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.
Beras SPHP adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan dari pemerintah yang dijalankan oleh Perum BULOG untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Beras ini dibanderol dengan harga tertinggi Rp 62.500 per kemasan 5 kg.
Selain meninjau pasar murah, Zulhas juga berdialog dengan warga dan petani untuk mengecek langsung kondisi pangan di Sidoarjo. Warga menyampaikan harga gabah di wilayah tersebut berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.600 per kilogram, lebih tinggi dari standar Rp6.500. Petani juga menyampaikan pupuk tersedia, meski jaringan irigasi masih perlu mendapat perbaikan.
Zulhas turut mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Warga yang anak-anaknya sudah menerima MBG menyampaikan program tersebut dirasakan manfaatnya dan berharap terus berlanjut. Sementara itu, Babinsa di sejumlah lokasi melaporkan sebagian koperasi desa sudah selesai 100 persen, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus dipercepat agar pada Agustus 2026 dapat mencapai sedikitnya 20 ribu unit. Melalui pasar murah, pemantauan pangan, MBG, dan koperasi desa, pemerintah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, petani mendapat harga yang baik, dan program Presiden benar-benar dirasakan masyarakat sampai tingkat desa.
(Zulham)

Tidak ada komentar