Breaking News

Korban Tewas Gempa M 7,7 di Manggarai Bertambah Jadi 23 Orang, Bupati Hery Nabit Keluarkan Imbauan Darurat

 


Radardjakartanews.com,Manggarai- NTT

Pemerintah Kabupaten Manggarai mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah itu pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terus bertambah. Hingga pukul 19.00 WITA, sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia di sejumlah kecamatan terdampak.


Data terbaru yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan Kecamatan Reok menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, disusul Reok Barat, Langke Rembong, Wae Ri'i, Cibal, dan Cibal Barat.


Rincian korban meninggal dunia meliputi Kecamatan Reok sebanyak 12 orang, Kecamatan Reok Barat 4 orang, Kecamatan Langke Rembong 3 orang, Kecamatan Wae Ri'i 2 orang, Kecamatan Cibal 1 orang, dan Kecamatan Cibal Barat 1 orang.


Selain menimbulkan korban jiwa, gempa kuat tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas umum. Tim gabungan masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan serta mengevakuasi warga di sejumlah titik yang terdampak paling parah.


Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi.


Dalam imbauannya, Bupati meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.


"Warga diminta tetap waspada, tidak panik, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dari potensi bahaya susulan," demikian isi imbauan Pemerintah Kabupaten Manggarai.


Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi yang bersumber dari pemerintah maupun lembaga resmi, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


"Seluruh elemen masyarakat diimbau hanya mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi," lanjut imbauan tersebut.


Bupati Hery Nabit juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan korban, kerusakan bangunan, maupun kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin oleh petugas.


"Bagi warga yang melihat atau mengalami kerusakan fasilitas, adanya korban maupun kondisi darurat lainnya, segera melapor ke Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai di Kantor BPBD," katanya.


Di tengah situasi duka yang dialami masyarakat, Pemerintah Kabupaten Manggarai turut mengajak seluruh warga untuk memperkuat solidaritas dan saling membantu sesama yang terdampak bencana.


"Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Manggarai untuk bersama-sama berdoa agar daerah ini segera terhindar dari bencana dan seluruh warga diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini," ujar Bupati.


Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah membuka posko utama di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai yang berlokasi di Jalan Ranaka, Ruteng, Kecamatan Langke Rembong.


"Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan dampak bencana, Pemkab Manggarai telah membuka posko utama di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai, Jalan Ranaka, Ruteng, Langke Rembong. Laporan dan koordinasi darurat juga dapat dilakukan melalui nomor telepon 0812-3772-7672," demikian bunyi imbauan resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai.


Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur relawan masih terus melakukan upaya pencarian, evakuasi korban, pendataan kerusakan, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah juga mengimbau warga tetap mengikuti arahan petugas di lapangan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.


(Fabianus)

Tidak ada komentar