Tiga Tahun Menanti, SDN Cijakan 2 Belum Direlokasi dari Zona Tol
Pandeglang |
SD Negeri Cijakan 2 yang berada di Kampung Gunung Cangri, Desa Cijakan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
berada di zona terdampak pembangunan pintu gerbang Tol Bojong, bagian dari proyek strategis nasional Tol Serang–Panimbang. Sejak ditetapkan masuk dalam area pembebasan lahan pada 2023, hingga April 2026 relokasi sekolah tersebut belum juga terealisasi, sementara kondisi bangunan kian memprihatinkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian besar rumah warga di sekitar area proyek telah diratakan dengan tanah. Namun, bangunan SDN Cijakan 2 masih berdiri bersama beberapa rumah warga yang belum terselesaikan proses pembebasannya. Aktivitas belajar mengajar pun masih berlangsung di tengah lingkungan yang sudah tidak lagi kondusif.
Kepala SDN Cijakan 2, H. Oman, S. Pd membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya terdampak langsung pembangunan pintu gerbang Tol Bojong. Ia menyebut, pihaknya telah menunggu kepastian relokasi sejak 2023, namun hingga kini belum ada realisasi yang jelas.
“Kami sudah menunggu sejak tahun 2023 sampai April 2026 ini, tapi belum juga terealisasi. Kami juga tidak mengetahui kendalanya di mana, meskipun sudah beberapa kali dilakukan survei oleh Pemda Pandeglang,” ujar Oman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mulai memicu keresahan di kalangan wali murid. Sebab, sebagian besar warga yang terdampak telah pindah, sementara kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di bangunan lama yang kondisinya semakin tidak layak.
“Kalau hujan, ada dua ruangan yang bocor. Bahkan beberapa ruangan sudah retak-retak. Ini tentu tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
SDN Cijakan 2 berdiri di atas lahan seluas sekitar 729 meter persegi dengan jumlah siswa 189 yang menempati enam rombongan belajar (rombel). Dengan kondisi fisik bangunan yang terus menurun, pihak sekolah berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk merealisasikan relokasi.
“Harapan kami, segera ada bangunan baru atau relokasi. Karena yang kami utamakan adalah keselamatan dan kenyamanan siswa,” tegas Oman.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada progres terkait penyediaan lahan pengganti. Sejumlah pihak telah melakukan pertemuan untuk membahas mekanisme pembebasan lahan lokasi baru sekolah.
“Sudah ada pertemuan dengan pihak PT WIKA, Korwil, Kepala Desa Cijakan, dan Camat Bojong. Namun baru sebatas rencana pemberian DP sebesar Rp100 juta. Sementara pemilik lahan menginginkan pembayaran secara penuh, sehingga belum ada kesepakatan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan disebut diwakili oleh Maman dan Yusuf. Hingga saat ini, belum ada titik temu yang dapat mempercepat proses relokasi SDN Cijakan 2.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat keberlangsungan pendidikan siswa berada dalam situasi yang tidak ideal. Diperlukan percepatan koordinasi dan langkah konkret dari pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek agar relokasi dapat segera direalisasikan, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, layak, dan berkelanjutan.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
(Dien,s).

Tidak ada komentar