Ramai di Medsos Soal Pungutan, Yayasan Peduli Bangsa Pastikan Tak Ada Potongan
PANDEGLANG, Radar jakarta
Ramainya pemberitaan di media sosial terkait dugaan adanya pungutan terhadap karyawan dapur di Yayasan Peduli Bangsa Pandeglang, yang beralamat di Kampung Bajeg, Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak yayasan.
Isu yang beredar menyebut adanya pungutan kepada karyawan dapur dalam kegiatan operasional yayasan. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai tanggapan warganet, bahkan menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga sosial tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala SPG Yayasan Peduli Bangsa Pandeglang, Eko Agung Ady Suprapto, membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai adanya pungutan adalah tidak benar.
“Isu pungutan itu tidak benar, itu hoaks. Kami pastikan tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun kepada karyawan dapur,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Eko menjelaskan bahwa seluruh kegiatan operasional yayasan berjalan sesuai prosedur dan prinsip transparansi. Ia juga menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi sehingga berpotensi merugikan nama baik lembaga dan para relawan yang terlibat.
Menurutnya, yayasan selama ini fokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan, sehingga tudingan tersebut dinilai tidak berdasar. Pihaknya pun membuka ruang klarifikasi bagi siapa pun yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami terbuka untuk dikonfirmasi. Jangan sampai informasi yang belum tentu kebenarannya justru menimbulkan keresahan,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak yayasan berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta mengedepankan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang dapat menunjukkan bukti konkret terkait dugaan pungutan tersebut. Yayasan pun menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan sosial secara profesional dan transparan di Kabupaten Pandeglang.
(Dienz)

Tidak ada komentar