Pengurus PMI Kabupaten Polman Resmi Dilantik, Siap Tingkatkan Aksi Kemanusiaan
Polman,Radaristana –
Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) resmi dilantik untuk kepengurusan periode tahun 2025-2030,bertempat diruang Pola Kantor Bupati,Rabu, 11/02/2026.Pelantikan dihadiri Bupati Polman, H. Samsul Mahmud,Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, Kejari Polman, Dandim 1402 Polman,Jajaran pengurus PMI Provinsi Sulawesi Barat,para relawan PMI dan sejumlah Kepala Sekolah SD,SMP dan SMA sederajat.
Pelantikan ini menandai awal dari babak baru bagi PMI Kabupaten Polman dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Polman yang baru, Hj. Indrayanah Samsul,menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kinerja PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan penyediaan darah.
Menjadi pengurus PMI adalah amanah besar yang harus dijaga dengan kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen untuk bekerja nyata bagi masyarakat,”ungkap nya dalam sambutan nya.
Saat ini, PMI Polman dihadapkan pada tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim yang meningkatkan risiko bencana hingga kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Ia menyampaikan kepada semua pengurus yang baru saja dilantik, Selamat mengabdi dan melaksanakan amanah sebaik mungkin. "Mari kita bekerja dengan hati, bergerak dengan kepedulian, dan hadir dengan solusi bagi masyarakat,” tutup Hj. Indrayanah.
Kepala Bidang Relawan Safaruddin Sanusi memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan di Kabupaten Polewali Mandar. Ia menilai bahwa kepemimpinan daerah saat ini memiliki kombinasi pengalaman yang jarang dimiliki oleh banyak orang.
“Bupati adalah seorang pengusaha sebelum menjadi Bupati. Pengalaman sebagai pengusaha membuatnya memahami bagaimana mengelola, membangun, dan mengembangkan sesuatu dari kecil menjadi besar. Sementara sebagai politisi, beliau memahami cara menyelesaikan persoalan dalam tata kelola pemerintahan".jelasnya.
Ia menambahkan, ketika pengalaman pemerintahan, politik, dan dunia usaha dipadukan dengan kepedulian sosial, maka kepemimpinan tersebut dinilai semakin lengkap.
“Kalau sudah masuk di wilayah sosial, di situ tidak ada lagi pamrih. Itu artinya seseorang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan siap mengabdi sepenuhnya untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu,Bidang Organisasi PMI Sulbar,Arini,menyampaikan Bahwa PMI tertua di Provinsi Sulbar ada di Kabupaten Polman yang memiliki kekuatan besar, dan satu-satunya PMI yang memiliki unit donor darah di Sulbar juga ada di Polman
Kekuatan relawan juga ada di Polman, sehingga kami berharap kepada teman-teman PMI di Polman bisa menja diseluruh Provinsi", ungkapnya.(Skr).

Tidak ada komentar