Breaking News

Diduga Menghindar dari Kontrol Publik, Camat Munjul, SPPI dan Yayasan Banten Alam Makmur Diseret Sorotan GOWIL

 


Pandeglang Radar Jakarta

Forum Klarifikasi Tanpa Kehadiran Pejabat, Camat Munjul dan SPPI Dinilai Gagal Jaga Transparansi


Diduga Hindari Klarifikasi Publik, Camat Munjul, SPPI dan Yayasan Banten Alam Makmur Tuai Kecaman


Absen Berulang dari Audiensi, Camat Munjul, SPPI dan Yayasan Banten Alam Makmur Dipertanyakan


Ketidakhadiran Camat Munjul, SPPI dan Yayasan Banten Alam Makmur Picu Amarah GOWIL


Diduga Kompak Mangkir dan Bungkam, Camat Munjul, SPPI dan Yayasan Banten Alam Makmur Dikecam GOWIL


Alergi Klarifikasi, Camat Munjul, SPPI dan Pemilik Yayasan Banten Alam Makmur Menghilang dari Forum Publik


Mangkir dari Konferensi Pers dan Audiensi, Camat Munjul Dinilai Tak Bertaring, SPPI dan Yayasan Disorot


Diduga Mangkir dari Konferensi Pers dan Audiensi, Camat Munjul, SPPI dan Pemilik Yayasan Banten Alam Makmur Tuai Kecaman GOWIL


Pandeglang — Ketidakhadiran Camat Munjul, perwakilan SPPI, serta pemilik Yayasan Banten Alam Makmur dalam agenda konferensi pers dan audiensi yang telah dijadwalkan memicu kemarahan Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga (GOWIL) Kabupaten Pandeglang.


Forum yang dihadiri sejumlah organisasi seperti GWI, AWDI, KWRI, LIN, YBH PBHNI, serta elemen masyarakat sipil itu sejatinya digelar untuk meminta klarifikasi terbuka terkait dugaan persoalan dapur MBG Yayasan Banten Alam Makmur di Desa Pasangrahan, Kecamatan Munjul. Namun hingga acara dimulai dan berakhir, pihak-pihak yang diundang tidak kunjung hadir.


Koordinator GOWIL, Raeynold Kurniawan, menilai sikap tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap fungsi kontrol publik dan media.


“Kami melihat tidak adanya itikad baik. Muspika seolah tidak digubris oleh pihak dapur MBG Yayasan Banten Alam Makmur, sementara Camat Munjul kami nilai tidak bertaring sebagai pimpinan wilayah,” tegas Raeynold.


Ia menambahkan, ketidakhadiran tersebut justru memperkuat dugaan adanya persoalan yang sengaja ditutup-tutupi dan menghindari ruang klarifikasi terbuka.


Nada lebih keras disampaikan A. Umaedi, Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Pandeglang. Ia secara terbuka mempertanyakan ketegasan Camat Munjul serta keberadaan Kepala SPPI.


“Kami menduga Camat Munjul tidak tegas dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas wilayah. Kepala SPPI juga tidak pernah muncul, seolah bersembunyi. Sikap ini menimbulkan dugaan kuat bahwa mereka takut menghadapi publik,” ujar Umaedi.


Menurutnya, absennya pihak-pihak terkait dalam forum resmi yang melibatkan wartawan dan lembaga kontrol sosial merupakan preseden buruk bagi transparansi pemerintahan di tingkat kecamatan.


GOWIL menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan membawa temuan-temuan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi jika tidak ada klarifikasi resmi dari Camat Munjul, pihak SPPI, maupun Yayasan Banten Alam Makmur.


Hingga berita ini diterbitkan, Camat Munjul, Kepala SPPI, dan pihak Yayasan Banten Alam Makmur belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi melalui berbagai saluran.


(Dienz)

Tidak ada komentar