Tan Malaka: Negara Ini Kaya Tapi Rakyatnya Miskin? Bukan Takdir, Ini Perampokan Terstruktur.
Radar Jakarta News.com.
Tan Malaka melihat Deli sebagai surga kapitalis tapi neraka proletar di tanah yang melimpah emas dan minyak.
Enam puluh persen rakyat hidup sebagai kuli kontrak yang terhisap, tertindas, dan terhina.
Kekayaan alam menjadi senjata pemiskinan massal di tangan penjajah dan kroni - kroninya.
Paradoksnya, setiap ton Batubara yang diangkat, setiap barel minyak yang mengalir, justru memperdalam jurang kemiskinan.
Tan Malaka menyebut ini sebagai "pertentangan tajam antara modal dan tenaga kerja".
Sistem yang dirancang untuk menyedot kekayaan dari tanah air menuju kantong - kantong elite di kota - kota besar.
Bagi Tan Malaka, kemiskinan bukan kutukan Tuhan, tapi produk sistem eksploitasi dan kolonialisme dulu hingga Oligarki kini.
Uang rakyat tidak hilang, ia hanya berpindah tangan melalui anggaran fiktif, pajak yang menjerat, dan upah struktural yang mencekik. Yang miskin tetap miskin karena sistem ini dirancang untuk memiskinkan !!!
Reporter: Andi Razak BW/redaksi.

Tidak ada komentar