Breaking News

WRAD 2026: Bulan ini 36 Kucing di Ujung Kulon Berhasil Divaksin

 


Pandeglang, RJ

Misi sehat bareng di habitat Badak Jawa kelar! Dalam rangka World Rabies Awareness Day (WRAD) 2026, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kolaborasi dengan Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (YJSI) sukses gelar vaksinasi dan sterilisasi gratis di sekitar Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), SPTN Wilayah II.


Kegiatan yang berlangsung 2 hari, 28-29 September 2026 ini awalnya nargetin 40 ekor (20 kucing & 20 anjing). Hasil akhirnya? *TOTAL 36 ekor kucing berhasil divaksin rabies dan 12 ekor di antaranya berhasil disteril.* Untuk anjing, kali ini masih nihil.


Ternyata ada cerita unik di lapangan. Kendalanya bukan karena warga nggak mau, tapi karena masyarakat tidak memiliki kandang angkut untuk bawa hewannya ke lokasi. Tim nggak kehabisan akal, langsung switch strategi jadi *door to door* dan jemput bola hewan yang akan divaksin dan disteril.


Kegiatan keren ini disupport juga oleh Dinas Peternakan Kabupaten Serang dengan 40 dosis vaksin rabies gratis, dan yang paling penting: *TANPA DIPUNGUT BIAYA SEPERPUN* untuk pemilik hewan di sekitar JRSCA.


*Nggak Cuma Soal Rabies, Tapi Cegah Zoonosis!*


Lebih dari sekedar vaksin rabies, kegiatan ini adalah benteng utama pencegahan *Zoonosis* - penyakit yang bisa lompat dari hewan ke manusia dan sebaliknya dan dari hewan domestik ke Satwa Liar. Tau nggak sih? Rabies itu salah satu zoonosis paling mematikan di dunia dengan fatalitas hampir 100% jika sudah bergejala.


Di kawasan penyangga seperti JRSCA, interaksi antara hewan peliharaan (anjing, kucing), satwa liar, dan manusia sangat intens. Tanpa vaksinasi dan kontrol populasi, anjing dan kucing liar bisa jadi perantara pembawa virus, bakteri, dan parasit berbahaya seperti rabies, leptospirosis, toksoplasmosis, hingga cacingan yang bisa menular ke warga dan bahkan mengancam Badak Jawa yang sangat rentan terhadap penyakit domestik.


Dengan sterilisasi, populasi HPR liar bisa ditekan sehingga mengurangi risiko perkelahian, perkawinan liar, dan penyebaran penyakit. Dengan vaksinasi, kita membangun _herd immunity_ atau kekebalan kelompok di ring pertama pertahanan TNUK.


Kepala Balai TN Ujung Kulon, *Ardi Andono, S.TP., M.Sc.,* memberikan statement terkait hasil kegiatan ini.


"Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga dan kerja keras tim di lapangan. Hasil 36 ekor kucing tervaksin dan 12 ekor tersteril ini adalah capaian yang luar biasa, mengingat kendala kandang angkut yang ada. Tim yang mau door to door menunjukkan komitmen kita. Untuk anjing yang kali ini nihil, kita sudah evaluasi. Anjing memang butuh penanganan yang berbeda, lebih sensitif. Tindak lanjutnya, kita sudah agendakan vaksinasi dan steril khusus anjing pada bulan November nanti dengan metode full door to door."


Ardi Andono menambahkan penekanan khusus soal zoonosis:


"Prinsip kami adalah One Health - kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan ekosistem itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mencegah zoonosis di zona penyangga adalah cara paling efektif untuk melindungi manusia dan juga melindungi Badak Jawa. Jika hewan peliharaan warga sehat dan terkontrol populasinya, maka risiko penyakit yang melompat ke satwa liar dan ke manusia bisa kita cegah sejak hulu. Ini investasi kesehatan jangka panjang," tegas Ardi Andono.


Langkah ini diharapkan jadi tameng ganda, melindungi warga dari bahaya rabies dan penyakit zoonosis lainnya, serta menjaga satwa liar Ujung Kulon tetap aman dan lestari. Salute!


(Sukija Atmaja)

Tidak ada komentar