Breaking News

Waket Komisi V DPR RI AIA Dorong Perluasan Sekolah Rakyat di Sulsel.

 


Makassar, Radar Jakarta News.com.

Wakil Ketua (Waket) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H. Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) mendorong perluasan program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Ia menyebut pemerintah tengah memprogramkan tambahan sekitar tujuh hingga delapan lokasi Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten di Sulsel tahun ini.

AIA mengatakan, Sulsel termasuk provinsi yang cukup maju dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, pemerintah terus mendorong perluasan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

"Kita termasuk provinsi yang sudah cukup maju dalam hal pembangunan SDM. Untuk tahun ini, insyaAllah ada tujuh, bahkan delapan kabupaten yang sementara kami programkan," kata AIA.

Namun, proses pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah masih menghadapi kendala, terutama terkait kesiapan lahan.

AIA menyebut beberapa kabupaten telah memenuhi persyaratan atau clean and clear, sementara daerah lainnya masih menyelesaikan persoalan lahan.

"Empat kabupaten lainnya masih dalam proses, terutama terkait persoalan lahan," kata AIA.

Ia menyebut, Pangkep, Enrekang, Pinrang, dan Kepulauan Selayar sebagai daerah yang telah clean and clear. Dalam penjelasan berikutnya, AIA menyebut Luwu Timur telah menyelesaikan persoalan lahannya.

Sementara itu, beberapa daerah lainnya masih menghadapi kendala berbeda.

Untuk Kabupaten Luwu, misalnya, lahan yang disiapkan masih berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Untuk Luwu, lahannya masih berstatus LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan," jelasnya.

Sedangkan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), lahan yang disiapkan merupakan aset pemerintah provinsi Sulsel. Namun, lahan tersebut masih membutuhkan proses administrasi lebih lanjut.

"Sementara Lutra, lahannya merupakan lahan milik pemerintah provinsi dan belum ada IBA," terangnya.

Adapun Toraja Utara (Torut), pemerintah masih melakukan pematangan lahan. Lokasi yang disiapkan berada di area rumah sakit yang saat ini tengah diratakan dan dipersiapkan kembali.

"Sedangkan Torut masih dalam tahap pematangan lahan. Lokasinya merupakan area rumah sakit yang saat ini sedang dimatangkan dan diratakan kembali," lanjutnya.

Selain membahas perkembangan Sekolah Rakyat, AIA turut menyoroti mobilitas Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang menurutnya terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya untuk memastikan program sosial pemerintah berjalan.

"Beliau selalu bergerak, dari satu tempat ke tempat lain, bahkan dari udara, terbang ke berbagai daerah," tambahnya.

Menurut AIA, keberhasilan pemerintah dalam menjalankan berbagai program sosial tidak terlepas dari kinerja kementerian sosial serta dukungan seluruh pilar sosial di daerah.

Karena itu, ia berharap Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf terus meningkatkan kinerja, khususnya melalui program Sekolah Rakyat.

"Kita berharap Kemensos di bawah kepemimpinan Menteri sekarang semakin hari semakin memberikan kinerja yang maksimal, terutama melalui program Sekolah Rakyat," kata putra Bugis ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mensos atas alokasi program Sekolah Rakyat untuk Sulsel.

"Kami mewakili masyarakat provinsi Sulsel mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada bapak Mensos atas pengalokasian Sekolah Rakyat di provinsi Sulsel," katanya.

Ia mengatakan, Sulsel sebelumnya telah mendapatkan sembilan lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Untuk tahun ini, pemerintah kembali menyiapkan tambahan sekitar tujuh lokasi Sekolah Rakyat di Sulsel.

"Untuk tahun anggaran yang lalu, provinsi Sulsel sudah mendapatkan sembilan lokasi Sekolah Rakyat di kabupaten. InsyaAllah, tahun ini kalau saya tidak salah, pak Menteri akan mengalokasikan sekitar tujuh lokasi Sekolah Rakyat di provinsi Sulsel," tandasnya.


Reporter: Andi Razak BW/redaksi.

Tidak ada komentar