Hj. Andi Ninnong Arung Matoa Wajo Terakhir dalam Sejarah Kerajaan Wajo.
Sengkang, Radar Jakarta News.com.
Hj. Andi Ninnong 'Tua Wajo" atau Petta Ranrengnge (Datu Tempe Arung Matoa Wajo ke - 47) merupakan Matoa Wajo terakhir dalam sejarah kerajaan Wajo dan satu - satunya Perempuan yang menduduki jabatan "Arung Matoa".
Andi Ninnong adalah pewaris tunggal dua jalur Arung Tempe dan Renreng Tua, sehingga memiliki kedudukan terhormat di masyarakat Wajo. Ia juga tercatat sebagai Perempuan Bugis pertama yang menempuh pendidikan di sekolah Belanda Hollandsch Inlandsche Schoo (HIS) Sengkang.
Dalam perjuangannya, Andi Ninnong, mendirikan dan memimpin Penegak Republik Indonesia Wajo (PRIW) pada awal Oktober 1945, gerakan perlawanan rakyat Wajo yang mendukung sepenuhnya Republik Indonesia. Ia teguh dan menolak bergabung dengan Negara Indonesia Timur (NIT) bentukan Belanda.
Ia memperjuangkan agar Wajo tetap berdiri bersama Republik Indonesia bukan dibawa kekuasaan Netherland Indies Civil Administration (NICA) Belanda.
Andi Ninnong menjadi simbol keteguhan, keberanian dan cinta tanah air, membuktikan bahwa Perempuan Bugis mampu memimpin, berjuang dan menentukan arah sejarah daerahnya.
#AndiNinnong.
#Wajo.
#PerempuanBugis.
#Sejarah.
#SulawesiSelatan.
Reporter:Andi Razak BW/redaksi.

Tidak ada komentar