Breaking News

Di duga marak nya pengecoran BBM subsidi di APH harus bertindak tegas terkait pembiaran pengecoran BBM subsidi

 





WAY KANAN

RADAR JAKARTANEWS.COM. 04/08/2026

 Pengecoran BBM Subsidi Marak di SPBU 23.347.122 Gunung Katun, Modifikasi Tangki & Berulang Merugikan Masyarakat 

Pengecoran BBM Subsidi Marak di SPBU 23.347.122 Gunung Katun, Modifikasi Tangki & Berulang Merugikan Masyarakat 

 presisin 4 Agustus 2026, 15:57 pm Daerah , Hukum , Kriminal

Pengecoran BBM Subsidi Marak di SPBU 23.347.122 Gunung Katun, Modifikasi Tangki & Berulang Merugikan Masyarakat 

 

Praktik pengecoran BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite diduga kuat terjadi di SPBU yang berlokasi di Gunung Katun Kecamatan Baradatu Way Kanan dengan nomor registrasi 23.347.122. hal ini terlihat hari ini, Selasa (04/08/2026).

 

Para pelaku diduga menggunakan cara-cara curang yang merugikan konsumen dan masyarakat luas yang berhak mendapatkan pasokan BBM bersubsidi.

 

Berdasarkan investigasi lapangan dan laporan yang diterima, para pengecor menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi secara tersembunyi. 

Tangki kendaraan maupun jalur saluran pengisian telah diubah susunannya, bahkan dipasang dirigen di dalam bagian kendaraan yang tidak terlihat. 

Modifikasi sengaja di lakukan agar mereka dapat mengisi hingga melebihinya kapasitas tangki pada umumnya.

 

Mustahil..! Tangki jenis mobil Avanza dapat di isi Hingga 600 ribu rupiah untuk sekali pengisian bahkan lebih, diduga jalur pengisian BBM ke tangki telah di rubah menuju ke dirigen dirigen yang ada di dalam mobil.

 

Praktik ini diperparah dengan dugaan penggunaan lebih dari satu barcode yang dikantongi oleh pelaku. 

Hal ini memungkinkan mereka bolak-balik mengisi BBM berulang kali di SPBU tersebut melebihi batas kuota yang diizinkan per kendaraan. 

Akibatnya, stok BBM bersubsidi di SPBU tersebut habis dikuasai segelintir pihak, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan sering kali mendapati stok telah habis atau tidak pernah kebagian sama sekali, atau tidak pernah mendapatkan antrian karna antrian terlalu panjang.

 

Para pelaku membawa BBM hasil pengecoran tersebut untuk dijual kembali secara eceran atau disalurkan ke tempat-tempat yang tidak berhak, sehingga keuntungan diperoleh secara tidak sah atas kerugian masyarakat luas.

 

Masyarakat meminta agar pihak PT Pertamina Patra Niaga segera turun tangan menertibkan SPBU nakal seperti ini. 

 

Diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan stok, verifikasi keabsahan penggunaan barcode, serta pengawasan ketat terhadap kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian di lokasi tersebut. 

 

SPBU yang terbukti melayani praktik pengecoran harus dikenakan sanksi tegas, mulai dari peringatan, penghentian sementara, hingga pencabutan izin pengelolaan.

RADAR JAKARTANEWS COM

(Anton Barlian)

Tidak ada komentar