Breaking News

Sudirman Said: "Total Uang Negara yang Dikorupsi Capai Rp 910 Triliun Hanya dari Kasus Saja."

 


Jakarta, Radar Jakarta News.com.

Mantan Menteri Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, S.Ak., M.B.A., membeberkan uang negara yang dikorupsi Capai Rp 910 triliun. 

"Saya mau ajak anda berhitung kasus korupsi Timah saja, itu konon nilainya 300 triliun. Korupsi Pertamina 295 triliun. kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) 138 triliun," kata Sudirman Said.

Ditambahkan putra kelahiran Brebes, Jawa Tengah, pada 16 April 1963 ini, korupsi Duta Palma 78 triliun, PT Trans - Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) nilainya 37 triliun. 

"Adapun ASABRI 23 triliun, ekspor Sawit 14 triliun, Garuda 9 triliun, dan kasus Base Transceiver Station generasi keempat teknologi seluler (BTS 4G) nilainya dikorupsi 8 triliun. Kalau saya jumlahkan semuanya hasilnya tidak kurang dari 910 triliun," jelas Master of Business Administration (MBA) dari George Washington University, Amerika Serikat (AS) ini.

Dikatakan, ini baru 10 kasus ya. Belum termasuk ribuan kasus lain yang lebih kecil, yang sejak tahun 2004 sampai sekarang sudah mencapai hampir dua ribu perkara.

"Sekarang kalau kita bayangkan, jumlah uang yang dikorupsi itu dipakai untuk menyelesaikan kebutuhan rumah kita. Hari ini, 15 juta keluarga di Indonesia belum punya rumah sendiri. Jadi kalau pemerintah ingin memberi subsidi per keluarga 25 juta rupiah, supaya mereka mendapatkan rumah. Apakah bentuknya lahan atau uang muka, total yang diperlukan hanya 375 triliun," jelas Sudirman Said.

Ia pun mengatakan, tidak sampai separuh dari uang yang dicuri tadi. Sementara itu, ada 26 juta rumah yang dianggap tidak layak huni dan direncanakan akan direnovasi.

"Berilah mereka subsidi 10 juta rupiah per rumah saja. Totalnya, hanya 260 triliun," pungkas mantan aktivis, pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) serta pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI).


Reporter: Andi Razak BW/redaksi.

Tidak ada komentar