Radarjakartanews.com,Medan-
Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik tidak hanya sebatas wacana bagi Gunawan Perangin Angin. Camat Medan Helvetia ini memilih turun langsung ke lapangan, menyambangi satu per satu kelurahan di wilayah kerjanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan maksimal, efektif, dan responsif bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di sela rapat bersama para lurah di Kantor Camat Medan Helvetia, Jalan Beringin X No.2, Kamis (2/4/2026).
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada warga berjalan maksimal. Itu yang menjadi fokus utama kami,” tegasnya.
Turun Langsung, Cek Fakta di Lapangan
Bagi Gunawan, kunjungan langsung ke kelurahan bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah cara untuk melihat kondisi riil di lapangan mulai dari pelayanan administrasi hingga kedisiplinan aparatur.
Sebagai pejabat yang relatif baru di Kecamatan Medan Helvetia, ia menilai penting untuk memahami secara menyeluruh kondisi wilayah yang membawahi tujuh kelurahan tersebut.
“Setiap saya datang ke kantor lurah, saya cek struktur organisasi, kebersihan kantor, sampai hal-hal kecil yang mencerminkan profesionalisme kerja,” ujarnya.
Pendekatan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi langsung terhadap kesiapan perangkat kelurahan dalam melayani masyarakat.
Masalah Sampah Jadi PR Serius
Di balik upaya peningkatan pelayanan, persoalan kebersihan masih menjadi tantangan besar terutama karena wilayah Medan Helvetia berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang.
Gunawan mengakui, sejumlah titik seperti Jalan Sumarsono dan Jalan Kemiri masih kerap dipenuhi sampah liar yang diduga berasal dari luar wilayah.
“Ini memang jadi pekerjaan rumah yang cukup berat. Banyak sampah liar masuk dari luar. Kami tidak menuduh, tapi faktanya memang ada,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak akan lepas tangan. Setiap titik penumpukan sampah akan segera ditangani.
Dari TPS Liar Jadi Taman Lingkungan
Menariknya, Kecamatan Medan Helvetia tidak hanya fokus membersihkan, tetapi juga melakukan inovasi.
Beberapa lokasi bekas tempat pembuangan sampah (TPS) liar kini mulai disulap menjadi taman lingkungan. Program ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemilik lahan dan dukungan masyarakat sekitar.
“Kami ubah lokasi bekas sampah itu jadi taman, lengkap dengan posko dan imbauan. Harapannya, masyarakat ikut menjaga dan tidak lagi membuang sampah sembarangan,” jelas Gunawan.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah pola pikir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Bangunan Tanpa Izin Akan Ditindak Tegas
Selain kebersihan, Gunawan juga menyoroti maraknya bangunan tanpa izin di wilayahnya. Ia menegaskan, penertiban akan dilakukan tanpa tebang pilih.
Setiap kelurahan diminta aktif melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada warga yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Kalau ada pembangunan tanpa PBG, kami minta segera diurus. Ini penting untuk tertib aturan sekaligus mendukung Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Pelayanan Maksimal, Masyarakat Jadi Prioritas
Melalui berbagai langkah tersebut, Gunawan Perangin Angin berharap pelayanan publik di Kecamatan Medan Helvetia semakin optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baginya, pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional bukan lagi pilihan melainkan kewajiban.
“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, bukan hanya melihatnya di kantor,” pungkasnya.(JMD)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar