Ramadhan dan Integritas Jurnalis: Menjaga Cahaya Kebenaran di Bulan Penuh Berkah
Pandeglang | Radar Jakarta
Bulan suci Ramadhan bukan hanya momentum ibadah spiritual, tetapi juga ruang refleksi bagi setiap profesi, termasuk jurnalis. Di tengah derasnya arus informasi, Ramadhan mengingatkan bahwa setiap kata yang ditulis adalah amanah, setiap berita yang dipublikasikan adalah tanggung jawab moral.
Bagi seorang jurnalis, menahan lapar dan dahaga harus sejalan dengan menahan diri dari prasangka, asumsi, serta informasi yang belum terverifikasi. Nilai tabayyun (klarifikasi) menjadi prinsip utama, keberimbangan menjadi fondasi, dan integritas menjadi kompas dalam menjalankan tugas.
Ramadhan juga mengajarkan empati. Jurnalis bukan sekadar pencatat peristiwa, melainkan penyambung suara masyarakat. Dalam setiap narasi harus ada kehati-hatian. Dalam setiap kritik harus ada objektivitas. Dalam setiap sorotan harus ada keadilan.
Profesionalisme dan spiritualitas tidak boleh dipisahkan. Ketelitian adalah bentuk ibadah. Kejujuran adalah wujud takwa. Dan keberanian menyampaikan kebenaran adalah bagian dari pengabdian.
Karena jurnalisme sejati bukan hanya tentang cepat, tetapi tentang benar.
🌟 Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H
Saya,
Iwan Suhawan
Staf Redaksi RN Radar Nusantara
Mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.
Semoga Ramadhan ini menjadi momentum memperkuat integritas, menjaga profesionalisme, serta menghadirkan karya jurnalistik yang mencerahkan dan penuh keberkahan.
Semoga setiap tulisan menjadi cahaya,
setiap informasi menjadi manfaat,
dan setiap langkah pengabdian bernilai ibadah.
Kamis, 19 Februari 2026
Ramadhan Mubarak 🌙✨
(Dienz)

Tidak ada komentar