Breaking News

SPBU 45.591.37 Ternyata Minus 40-100 Mili, Dua Wartawan Dikata Abal-Abal, Inisial O Berkata Itu Tidak Benar

 


Radar Jakarta 

didapati bahwa tanda tera nya masih berlaku dan tanda tera / segel pada alat justire juga masih utuh terpasang dengan baik.


Pengecekkan kemudian dilakukan pada penunjukkan alat ukurnya yaitu pompa ukur merk Tatsuno dalam nominal 20 liter dengan menggunakan bejana ukur kapasitas 20 liter.


Secara keseluruhan pompa ukur / djspenser yang ada di SPBU 45.591.37 setelah dilakukan pemeriksaan secara seksama didapati hasil penunjukkan yang bervariatif yaitu semuanya menunjukkan hasil minus antara minus 40 s.d 100 ml per 20 liter.


Adapun penunjukkan minus tertinggi adalah pada pompa ukur di jalur pengisian Pertalite Pertamax untuk mobil yaitu dari 3x pemeriksaan semuanya menunjukkan pada angka minus 100 ml pada nominal 20 liter.


Tak hanya itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pati Hadi Santoso melalui Kepala UPT Metrologi Disdagperin Kabupaten Pati Arip Adi Purnomo dalam kesempatan itu memberikan keterangan dihadapan awak Media yang meliput kegiatan tersebut.


Sebagaimana yang diamanatkan dalam UURI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal bahwa Institusinya berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat luas dalam upaya mewujudkan Tertib Ukur di segala bidang khususnya yang berkaitan dengan penggunaan alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP).


Dimana bahwa semua alat ukur yang dipergunakan untuk melaksanakan undang-undang, menentukan upah, menentukan harga dan melayani kepentingan umum harus sesuai dengan ketentuan aturan teknis yang berlaku antara lain bertanda tera Sah tahun yang berlaku serta mampu memberikan penunjukan yang akurat, tepat dan tetap.


Penera Senior Pada UTP Metrologi Pati bernama Susilo Adi Prayitno, SH menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap semua pompa ukur yang ada di SPBU ini secara garis besar masih normal dan berfungsi baik dalam artian mempu menunjukkan kuantitas cairan bahan bakar sebagaimana seharusnya.


“Memang semuanya menunjukkan pada skala nonius minus (antara minus 40 s.d 100 ml per 20 liter) namun itu semua masih dalam rentang toleransi yang dijinkan (toleransinya adalah plus minus 100 ml per 20 liter) sehingga secara teknis maupun yuridis penunjukannya masih dalam batas aman” demikian Susilo menegaskan.


Ditambahkannya bahwa pompa ukur ini sifatnya adalah alat ukur dinamis artinya alat ukur yang rentan terjadi perubahan dalam penunjukkan karena faktor frekuensi penggunaannya yang tinggi namun sejauh ini masih dalam kondisi yang layak digunakan.


“Sebagaimana tadi sudah sama sama kita saksikan bahwa tanda tera dan segel pada alat justirnya masih terpasang rapi dan tidak ditemukan kawat segel yang putus” kata Susilo saat diwawancarai awak media dilokasi, Senin (12/12/22).


Masih ditempat yang sama, Erwin selaku Pengawas di SPBU tersebut terkait penunjukkan pompa ukur yang kesemuanya menunjukkan minus mengatakan bahwa selama ini pihaknya jarang melakukan pemeriksaan berkala terhadap pompa ukurnya.


Karena beranggapan bahwa SPBU yang dikelolanya adalah SPBU kecil dan bukan SPBU PASTI PAS, namun demikian pihaknya menyanggupi untuk nantinya melakukan pemeriksaan berkala seminggu sekali guna memastikan penunjukkan pompa ukurnya selalu baik dan memenuhi syarat ketentuan teknis yang dipersyaratkan”, ucap Erwin selaku Pengawas di SPBU .


Dilokasi yang sama, ada pengawas Inisial O saat mendampingi pengecekan dari UPT Metrologi Pati, ia berkata ke awak media.


Bahwa adanya berita viral mengatasnamakan dua wartawan abal-abal. ” Pihak SPBU Tlogowungu Pati tidak pernah berkata gitu,”tegas inisial O.(RN)

Tidak ada komentar