Breaking News

Peduli Tanah Melayu Kota Dumai, GerAM Bahas Berbagai Hal

 



DUMAI, RADARJAKARTA.NET— 

Peduli dengan kota tempat berdiamnya, sekumpulan warga tergabung dalam LSM Generasi Anak Melayu (GerAM) Dumai adakan bincang ringan, bahas berbagai kemajuan dan hal-hal yang perlu di benahi di Kota Dumai.


LSM GerAM merupakan kumpulan warga Dumai 17 suku yang peduli dengan kemajuan kota.


Mengambil tempat di sebuah warung sarapan pagi Jln Hasanuddin (Ombak), Minggu (22/5/2022) pagi, pertemuan kecil di hadiri Ketua Umum GerAM Abdul Kosim, Ketua Harian Nanang, Reza Fahlevi, SH., Ketua Harian FPK-LKKMD Abdul Rahim, SE., Afrida Lubis, Irham Hadi, MBA., Prayogi, Arif, Ilham MC, Ichan Ag dan Sayed Herman.


Ada beberapa hal yang di bahas dan sharing. Masalah banjir Kota, parit di belakang rumah warga jalan Nelayan Laut (sepadan dengan Patra Niaga), hingga rencana pembangunan miniatur rumah adat 19 suku Kota Dumai.


Terkadang pembicaraan mengarah serius namun kemudian di iringi humor.


Reza Pahlevi yang kebetulan Kadis PUPR Kota Dumai kemudian berikan gambaran apa yang telah di buat Pemko mengatasi persoalan-persoalan infrastruktur dan apa rencana pembangunan kedepannya.


"Ada rencana pembuatan embung (danau) di Bukit Cahaya Bumi Ayu dan Jln Bunga Tanjung tuk atasi banjir," ucap Reza.


"Mengatasi banjir kita sudah ada excavator amphibi dan akan pengadaan satu unit lagi. Jadi hanya biaya operasional lagi yang di pikirkan," terang nya.


Sesekali Reza perlihatkan gambar perencanaan pembangunan, lewat gadgetnya, saat bercerita.


"Terkadang kita juga butuh koordinasi dengan provinsi dan pusat dalam hal perencanaan," kata Reza.


Ketua Harian GerAM, Nanang pun mendukung apa yang sudah di kerjakan Pemko.


"Walikota Paisal adalah Walikota kita semua. Kita wajib dukung kerja nya. Namun juga masih banyak hal yang harus di benahi," ucap Nanang.


Abdul Kosim, merupakan anggota DPRD Provinsi Riau, juga jelaskan berbagai kendala dalam selesaikan persoalan banjir. "Tergantung gaya hidup masyarakat soal kebersihan," imbuh Kosim.


Hingga berakhir tengah hari, perbincangan tinggalkan PR yang harus di selesaikan bersama.



(ES)

Tidak ada komentar