Breaking News

Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia Jeneponto Gelar Aksi Terkait Dugaan Korupsi di Dinas PUPR Jeneponto.

 



Jeneponto, Radar Jakarta.net.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia (SAINS)  menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jeneponto, kantor bupati Jeneponto, dan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto Sulsel pada Jumat (22/4/2022) lalu.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan isu yang terjadi di Kecamatan Bontoramba dan Kecamatan Tamalatea.

Dibawah hujaman terik matahari dan suasana bulan suci Ramadhan, mahasiswa terus menggaungkan isu tuntutannya dan berganti - ganti melakukan orasi.

"Kami menyampaikan beberapa isu terkait Pokir DPRD Kabupaten Jeneponto dan pekerjaan sumur bor di Kecamatan Bontoramba dan Kecamatan Tamalatea yang diduga tidak sesuai pekerjaan dengan anggaran yang dikucurkan dan tidak ada asas manfaatnya," kata Try Akbar selaku Ketua Umum (Ketum) SAINS sekaligus Jenderal Lapangan pada aksi.

Adapun isu dua poin tuntutan pada aksi tersebu; pertama, mendesak Kadis PUPR Jeneponto untuk mengevaluasi kinerja Kepala bidang (kabid) Cipta Karya atas lemahnya pengawasan terhadap kegiatan pekerjaan sumur bor. Kedua, mendesak Kejari Jeneponto untuk segera melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pada pekerjaan sumur bor di Kecamatan Bontoramba dan Kecamatan Tamalatea yang menelan anggaran Rp 1.132.546.000,- dengan nomor kontrak 03/SP PSB-DAU/CK-600/IX/2021.

"Apabila tuntutan kami tidak  ditindaklanjuti, maka kami akan turun dengan gelombang massa yang lebih banyak. Dan, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pelaporan ke Kejari Jeneponto," kata Try yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UMI Makassar  kepada Radar Jakarta.net, Senin (25/4/2022) malam via telepon.

Try pun mengatakan bahwa, pelaksana pekerjaan tersebut adalah Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto, Sulsel.


Reporter: Andi Abdul Razak B.Wahiduddin.

Editor: Ra Ja.net/redaksi.

Tidak ada komentar